Hubungi Kami:

Gigih – Seoul (WA : https://wa.me/821051801801)
Sadewo – Gunsan (WA: https://wa.me/6285711242822)
Khoiron – Jeonju (WA: https://wa.me/6285646472425)
Reza – Busan (WA: https://wa.me/821095690092)
Ragil – Sejong (WA: https://wa.me/6281332600809)

Koordinator Umum UT Korea: Anto Purwanto (010-9423-1711)

Follow Us

Top

Sambutan Warek IV pada Wisuda UT Korea 2021

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh, 
Pertama sekali marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena berkat rahmat dan karunia-Nya pada hari ini, Minggu 19 Desember 2021, kita dapat mengikuti wisuda UT Korea yang dilaksanakan secara daring (dalam jaringan). Pelaksanan wisuda secara daring ini dilakukan untuk mencegah penularan pandemi Covid 19 yang hingga saat ini belum teratasi secara penuh. Namun demikian, saya berharap penyelenggaraan UPI daring di Korea ini tidak mengurangi makna dan kebahagian kita semua.

Pada kesempatan yang baik ini, saya ingin menyampaikan permohonan maaf dari Rektor Universitas Terbuka yang berhalangan hadir pada acara UPI kali ini karena dalam waktu yang bersamaan beliau harus mengikuti kegiatan yang tidak bisa diwakilkan. Beliau menyampaikan ucapan terimakasih kepada Duta Besar  RI untuk Korea Selatan, Bapak Gandi Sulistiyanto Soeherman beserta jajaran pimpinan dan staf KBRI Korea Selatan yang telah memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan UT di Korea Selatan, serta dukungan atas terselenggaranya acara UPI bagi lulusan UT yang sebagian besar adalah Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja di Korea Selatan. Hal ini merupakan wujud perhatian yang luar biasa bagi PMI yang selama ini berjuang dan bertekad ingin meningkatkan kompetensi diri dengan cara mengikuti pendidikan tinggi di UT. Kita berharap, kegiatan UPI seperti ini akan dapat memacu semangat bagi para PMI lainnya untuk mengikuti jejak kawan-kawannya yang telah berhasil terlebih dahulu.

Pada kesempatan yang berbahagia ini, perkenankan saya mewakili Rektor Universitas Terbuka dan atas nama pribadi mengucapkan selamat atas kelulusan yang Saudara raih dan hari ini Saudara berhak menyandang gelar Sarjana. Tentu untuk meraih gelar tersebut tidaklah mudah, butuh perjuangan dan kerja keras. Apalagi kita mengetahui kedatangan Saudara di Korea Selatan bukan semata-mata untuk kuliah di UT, tetapi Saudara juga memiliki tanggung jawab untuk bekerja. Menjalani aktivitas bekerja sambil belajar bukanlah hal yang mudah, butuh kemandirian dalam membagi waktu, membagi perhatian dan tenaga, serta membangun motivasi yang tiada henti. Namun, semua itu telah berhasil Saudara lewati dan ini menunjukkan bahwa Saudara telah berhasil menunjukkan bahwa bekerja sambil kuliah bukanlah suatu penghalang. Saya percaya, hari ini pastilah menjadi hari yang sangat membahagiakan bagi Saudara dan tentunya juga segenap keluarga. Untuk itu, saya juga mengucapkan selamat kepada keluarga wisudawan yang telah mengantarkan putra dan putri, suami, istri, atau kerabat yang telah mencapai satu tahap keberhasilan dalam perjalanan akademik.

Selama mengikuti kuliah di UT, kami menyadari bahwa dalam memberikan layanan pendidikan kepada Saudara, belum dapat memberikan layanan terbaik. Oleh karena itu, pada kesempatan ini ijinkan kami meminta maaf jika selama menempuh pendidikan di UT, Saudara merasakan ketidakpuasan atas layanan yang kami berikan. Insya Alloh kedepan kami bisa memperbaiki dan mengembangkan inovasi layanan pembelajaran jarak jauh yang lebih berkualitas dan sesuai kebutuhan.  
 

Bapak/Ibu, Wisudawan, dan hadirin yang saya banggakan,

Momen wisuda hari ini sangat special karena dilaksanakan bertepatan dengan peringatan hari pekerja migran internasional, yang diperingati setiap tanggal 18 Desember. Peringatan Hari Pekerja Migran Internasional tahun 2021 mengambil tema “Migran Berdaya, Keluarga Sejahtera, Indonesia Jaya”. Tema ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam merealisasikan hak-hak yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2012 tentang Pengesahan Konvensi Internasional mengenai Perlindungan Hak Seluruh Pekerja Migran dan Anggota Keluarganya. Salah satu hak pekerja migran adalah Hak untuk berekspresi (mengembangkan diri) dan akses terhadap pendidikan. Kenaikan taraf pendidikan, termasuk pendidikan tinggi menjadi salah satu pemberdayaan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) karena mereka dapat lebih memiliki kapasitas pengetahuan dan keterampilan yang berkembang dinamis sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Pada titik inilah pendidikan bagi calon PMI dan para PMI yang kini tengah berada diberbagai negara penempatan menjadi perhatian penting bagi kita bersama agar mereka memiliki daya saing dalam kompetisi global.

Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk memastikan PMI terlindungi dan terbekali dengan keterampilan yang membumi karena PMI merupakan perwakilan bangsa Indonesia di berbagai negara yang selama ini telah memberikan sumbangan yang signifikan pada perekonomian nasional, dengan nilai remitan 7 % dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).  Namun, sayangnya, kita masih sering mendengar berbagai kasus yang menimpa para PMI di berbagai negara. BP2MI mencatat sampai Agustus 2021 terdapat 150 pengaduan yang masuk terkait pekerja migran. Jumlah ini meningkat 117,4% dari bulan sebelumnya sebanyak 69 pengaduan. Berdasarkan jenis masalah yang menimpa PMI  umumnya terkait dengan  gaji yang tidak dibayar, masalah penipuan peluang kerja, dan perdagangan orang. Bila kita melihat berbagai kasus tersebut, semuanya bermuara pada rendahnya pengetahuan para PMI.

UT sebagai institusi pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh (PTJJ) milik pemerintah merasa bertanggungjawab untuk membantu dan mewujudkan harapan  pemerintah, dengan cara membuka akses yang seluas-luasnya kepada para PMI untuk meningkatkan kompetensinya melalui program bekerja sambil kuliah. Dalam rangka peningkatan kompetensi PMI,  Universitas Terbuka dan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) telah berikhtiar meningkatkan komptensi PMI yang mau berangkat maupun yang sudah berada di berbagai negara dengan memberikan akses pendidikan tinggi berkualitas tanpa batas.

Perlu kami sampaikan bahwa jumlah mahasiswa UT di luar negeri, saat ini mencapai 2.245 orang. Sebagian besar adalah PMI dan 202 orang mahasiswa berada di Korea. Namun, jumlah mahasiswa tersebut rasanya masih sangat kecil, jika dibandingkan dengan data jumlah PMI yang berada di luar negeri. Berdasarkan data Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) mencatat bahwa sampai Mei 2021, jumlah PMI yang ada di luar negeri sekitar 1,8 juta orang. Dari jumlah tersebut, 90% diantaranya adalah lulusan SMA/SMK kebawah sehingga kesempatan untuk memberikan akses pendidikan tinggi kepada para PMI merupakan peluang yang baik. Melalui kesempatan semacam ini, diharapkan saat kembali ke Indonesia, para PMI memiliki kompetensi yang unggul sehingga dapat berkontribusi dan berkiprah dalam membangun daerahnya masing-masing.

Berbagai prestasi mengangumkan telah diterohkan oleh alumni UT Korea yang pernah kuliah sambil bekerja sebagai  Pekerja Migran di Korea Selatan.

  1. Hendri Setyawan, S.Ikom, alumni Program Studi Ilmu Komunikasi, lulusan tahun 2018 dan saat ini bekerja sebagai Pegawai Negeri Sifil di Dinas Informasi dan Komunikasi Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur.
  2. Suko Wibowo, S.M, alumni Program Studi Manajemen, saat ini memiliki Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) di Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah, yang bergerak membantu masyarakat yang bercita-cita ingin bekerja ke Korea, tetapi hanya memiliki dana yang pas-pasan.
  3. Saya yakin masih banyak lagi alumni UT yang telah berhasil dan saat ini mungkin juga telah pulang ke daerah masing-masing, bahkan ada beberapa diantaranya memilih berkarir di negara setempat, seperti Saiful Anshori, S.M., alumni Program Studi Manajemen UT Korea. Pada tahun 2018, terpilih sebagai PMI Teladan dan merupakan salah satu perwakilan Indonesia yang mendapatkan Visa E7 atau dikategorikan sebagai Profesional Warker di Korea Selatan. Atas keberhasilan tersebut, sekarang beliau bebas bekerja berapa lama pun di Korea dan memperoleh gaji yang setara dengan pekerja yang berasal dari  warga negara Korea Selatan.

Bapak/Ibu, Wisudawan, dan hadirin yang saya banggakan,

Sebagai etalase pendidikan tinggi jarak jauh di Indonesia, UT terus menerus melakukan beragam terobosan dan saat ini, UT telah mencanangkan sistem pelayanan baik akademik maupun non akademik dengan menggunakan Digital Learning Ecosystem. Dalam layanan akademik, UT telah menyediakan berbagai layanan berbasis TIK, seperti; Student Record System (SRS) untuk mendukung sistem registrasi dan administrasi akademik, online billing system untuk mempermudah pembayaran SPP, Toko Buku Onlinne untuk mempermudah distribusi bahan ajar,  layanan Bahan Ajar Digital, perpustakaan digital, dan sistem ujian online. Selain itu, UT juga telah menyediakan modus pembelajaran berbasis web (tutorial webinar) sebagai salah satu modus resmi layanan tutorial bagi mahasiswa, serta sistem ujian online berbasis web yang dilengkapi dengan aplikasi berbasis online proctoring dan semi online proctoring.

Melalui pemanfaatan berbagai layanan berbasis TIK (teknologi informasi dan komunikasi) diharapkan mahasiswa UT baik di dalam negeri maupun luar negeri dapat memperoleh layanan yang lebih baik, siap menghadapi perubahan dan tantangan masa depan dalam dunia kerja yang sarat dengan penggunaan TIK.

Selain itu, kepercayaan pemerintah dan masyarakat terhadap pendidikan jarak jarak jauh terus mengalami perkembangan. Hal ini dapat dilihat dari penghargaan yang diberikan Kementerian Pendidikan dan Ristek Dikti, dimana pada tahun 2021 ini, UT ditunjuk menjadi ketua konsorsium Indonesia Cyber Education Institute (ICE Institute) yang merupakan pusat kuliah online dari banyak perguruan tinggi (PT) dan penyedia pembelajaran daring. ICE Institute sebagai galeri mata kuliah dapat ditempuh dan dialih kreditkan oleh mahasiswa dengan teknologi blockchain. Saat ini ICE Institute, telah bekerja sama dengan penyedia layanan Massive Online Open Courses (MOOCs) seperti EDX untuk memberikan kesempatan bagi mahasiswa maupun dosen untuk mengikuti pembelajaran daring sekitar 1300 courses di market place terkemuka.

Bapak/Ibu, Wisudawan, dan hadirin yang saya banggakan,

Sebelum saya mengakhiri sambutan ini, saya ingin menyampaikan bahwa saat ini UT akan bertransformasi dari sistem Badan Layanan Umum atau BLU menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum atau PTN-BH sehingga UT memiliki fleksibilitas dalam membangun ekosistem pembelajaran digital. Saya optimis transformasi ini akan mampu menciptakan dan membangun SDM yang unggul termasuk para PMI dalam membangun bangsa dan negara kita tercinta.

Kepada para wisudawan dan keluarga, sekali lagi kami mengucapkan selamat atas keberhasilan meraih gelar sarjana. Kami menitipkan pesan penting “jagalah kehormatan UT dengan menjadikan diri Saudara sebagai sosok lulusan yang terpuji dan mampu menampilkan unjuk kerja yang terbaik. Sampaikan informasi tentang UT kepada saudara, tetangga, dan khususnya kepada teman-teman Pekerja Migran Indonesia di Korea Selatan, yang belum mengetahui informasi tentang UT dengan benar.

 
Demikian sambutan saya, semoga Allah SWT, tuhan yang maha esa, selalu memberikan kekuatan kepada kita semua untuk dapat berpartisipasi dalam pembangunan Indonesia, serta mencatat partisipasi tersebut sebagai bagian dari amal ibadah kita. Aamiin Ya robbal alamin. Terima kasih atas segala perhatian dan mohon maaf atas segala kekurangan.
 

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Pondok Cabe, 19 Desember 2021

Wakil Rektor Bidang Pengembangan Institusi

dan Kerjasama UT

 

Rahmat Budiman, S.S., M.Hum., Ph.D.

NIP 197101161999031001